Laman

Sabtu, 19 Januari 2013

Air Yang Berlebih

Mulai dari Selasa, 15 Januari 2013 saampai sekarang Jakarta dan sekitarnya mendapat air yang berlebihan, banjir. Empat hari tanpa belajar efektif.
Selasa, 15 Januari 2013 - Pagi dengan cuaca yang tidak bersahabat, hujan deras. Berangkat sekolah aku memakai jas hujan dan sandal jepit, sandal yang dulu jarang sekali dipakai minggu ini menjadi teman perjalanan. Sebagai sekretaris kelas yang baik ya mengabsenkan kelas lah, tigabelas orang yang tidak masuk dan mereka mungkin terkena banjir dan malas sekolah, hujan. Ditengah pelajaran aku mendapat kabar dari twitter kalau jembatan di Ciledug Indah 1 airnya sudah ada dijalan, nahlo pulang bagaimana. Yang harusnya pulang jam dua dan ada PM hari itu dipulangkan cepat, 12 siang. Mau pulang gimana coba? Akhirnya telpon ke rumah dan ternyata Ibu gak ke kantor gara-gara kejebak banjir di daerah Ramayana. Alhamdulillah dijemput sama Mas Asa yang lagi libur kuliah. Lewat man? Pondok Kacang, macetnya luar biasa.... CI sudah gak sanggup lewat deh ya.
Rabu, 16 Januari 2013 - Bangun seperti biasa walaupun ada rasa pasrah buat gak ke sekolah. CI airnya masih tinggi gak bisa dilewati kendaran roda dua. Okay, lewat Pondok Kacang. Kali ini macetnya lebih parah dari kemarin, arah Graha Raya-Ciledug kendaraan gak jalan sama sekali, Karena CI & bunderan Graha Raya banjir. Okesip. Fix gak sekolah hari itu. Ibu yang kemarin gak masuk kantor sekarang malah ngantor. Haks. Sore hari dapat kabar kalau CI sudah surut. Alhamdulillah besok bisa sekolah berarti. Tapi hujan lebat dengan disertai gemuruh pun terjadi, mulai dari jam tujuh malam. 
Kamis, 17 Januari 2013 - Bangun jam tiga dini hari untuk sahur, hujan yang dari tadi malam turun pun belum juga reda, cuma bisa berdoa semoga nanti pagi bisa ke sekolah. Ulalala, masih dengan jas hujan dan sandal jepit caw ke sekolah. Air dijembatan CI pun sudah kering ya tapi air di kali Angke masih tinggi. Sampai disekolah pun caw ngumpulin PR Fisika. Kelas sepi, tapi katanya gak sesepi kemarin Rabu. Kepala Sekolah datang ke kelas untuk memberitahu bahwa untuk hari Selasa sampai Kamis yang gak masuk dianggap masuk, karena banjir lah. Guru gak ada yang masuk ke kelas sama sekali sampai guru bilang kalau sekolah dipulangkan cepat lagi. Cip. Berarti air di CI naik lagi. Okay. Ina ngambang disekolah gak tau mau ngapain sampai dapat telepon dari Ibu, kalau Ibu gak jadi ke kantor lagi gara-gara gak bisa lewat di daerah Petukangan dan akhirnya di jemput lah sama Ibu. Pulang lewat Pondok Kacang dan jalannya masih sepi. Sampai rumah malah bikin lawakan, pulangnya cepet banget. Haft. Overall berita di televisi adalah banjir. Kaget bukan main Bunderan Hotel Indonesia, Istana Negara dan sekitarnya yang gak biasanya banjir dan ini malah banjir. Daerah itu banjir karena tanggul di Jalan Latuharhari jebol. Kaget lagi waktu bangun dari tidur siang, TL heboh dengan tweetnya Siwon.
Wah berita "Banjir Besar Jakarta" itu sudah sampai ke telinga seorang Siwon Super Junior...... /hening panjang/. Cuaca sore itu lumayan cerah
Jumat, 18 Januari 2013 - Pagi itu mendung, matahari pun tak tampak. Masih gerimis. Caw ke sekolah dangan masih menggunakan sandal jepit. Mencoba lewat CI, alhasil gak bisa lewat, ya cuma bisa lihat orang yang maksa lewat dan akhirnya mogok lah itu motor. Balik dan sudah pasrah gak bisa sekolah. Okesip gak sekolah lagi. Kali ini daerah Pondok Gede, Bekasi yang banjir, tanggul jebol lagi dan itu parah. Hujan di daerah Tangerang intesitasnya sedang. Alhamdulillah. Ibu hari ini maksa kerja karena ada tugas kantor yang wajib selesai pulang dari kantor melewati jalan raya CI dengan menggunakan gerobak.
Sabtu, 19 Januari 2013 - Pagi yang cerah dengan rasa percaya dirinya matahari akhirnya muncul dengan kekuatannya. Alhamdulillah CI pun sudah surut. Jakarta yang terkena banjir sebagian pun surut. Hanya bisa berdoa untuk semua korban banjir daerah Jakarta dan sekitarnya. Akankah kejadian "luar biasa" ini akan terulang lagi? Aku harap tidak. Walaupun sebagian mendapat untung tapi kebanyakan orang mendapat rugi. Mulai dari sekarang ayo jaga hutan kita dan jaga kebersihan lingkungan kita.
Caw, Ina.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar